Total Tayangan Halaman

Selasa, 07 Agustus 2018

BUDIDAYA SEMANGKA TANPA PUPUK KOMPOS DAN DOLOMIT


Semangka ( Cucurbitaceae) adalah tanaman merambat yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan. Tanaman semangka masih sekerabat dengan labu-labuan (Cucurbitaceae), melon (Cucumis melo) dan mentimun (Cucumis sativus). Semangka biasa dipanen buahnya untuk dimakan segar atau dibuat jusBiji semangka yang dikeringkan dan disangrai juga dapat dimakan isinya (kotiledon) sebagai kuaci.
Sebagaimana anggota suku ketimun-ketimunan lainnya, habitus tanaman ini merambat namun ia tidak dapat membentuk akar adventif dan tidak dapat memanjat. Jangkauan rambatan dapat mencapai belasan meter.
Daunnya berlekuk-lekuk di tepinya. Bunganya sempurna, berwarna kuning, kecil (diameter 3cm). Semangka adalah andromonoeciousmonoklin, yaitu memiliki dua jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga jantan, yang hanya memiliki benang sari (stamen), dan bunga banci/hermafrodit, yang memiliki benang sari dan putik (pistillum). Bunga banci dapat dikenali dari adanya bakal buah (ovarium) di bagian pangkal bunga berupa pembesaran berbentuk oval.
Buah semangka memiliki kulit yang keras, berwarna hijau pekat atau hijau muda dengan larik-larik hijau tua. Tergantung kultivarnyadaging buahnya yang berair berwarna merah atau kuning.
Tanaman ini cukup tahan akan kekeringan terutama apabila telah memasuki masa pembentukan buah ( Wikipedia ).
  A. Persiapan Lahan
1. Lahan yang akan ditanami dibajak atau dicangkul supaya gembur dan remah.
2. Buat bedengan membujur dari barat ketimur atau utara keselatan tergantung posisi lahan.
3. Tinggi bedengan 30 cm bila musim kemarau dan 50 cm bila mendekati musim hujan.
4. Jarak antar bedengan antara 3.5 m sampai 4.5 m
5. Model bedengan bisa kupu tarung atau berurutan.
6. Lebar parit 60 cm – 70 cm.
7. Setelah bedengan jadi tebar pupuk sp 36 atau tsp 46 sebanyak 150 kg kemudian siram pakai Irengan yang sudah diencerkan di air dengan dosis 30 liter per luasan 1000 m.
8. Tutup bedengan dengan mulsa setelah penebaran dan penyiraman irengan selesai kemudian diamkan 7-10 hari.
9. Setelah mulsa selesai dipasang kemudian buat lubang tanam dengan jarak 60 - 70 cm antar lubang.
10. Kedalaman lubang tanam 25 cm
11. Ph tanah yang ideal 5,8 – 7.
B. Persiapan Benih
1. Rendam benih dalam air hangat yang diberi garam secukupnya selama10 menit, benih yang mengambang diambil dan dibuang kemudian tiriskan.

2. Setelah ditiriskan rendam kembali benih tersebut di air yang sudah diberi gibraco 5 ml per liter air selama 6 jam kemudian peran benih tersebut semalam.
3. Selesai pemaraman benih masukan kedalam polibek yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
4. Pindah tanam dilakukan setelah benih tumbuh dengan 2 - 3 daun atau umur 10 hari.
5. Benih yang sudah tumbuh dalam polibek disiram atau digembor dengan  air yang sudah diberi Agropos 3 ttp per 10 liter air maksimal 3 kali pemberian Agropos selama dalam pembenihan.

  C. Penanaman
1. Pindah tanam dilakukan setelah bibit berumur 10 hari atau derdaun 2-3 helai.
2. Bibit yang mati setelah pindah tanam segera lakukan penyulaman.
3. Penanaman sebaiknya dilakukan pada waktu sore untuk menghindari penguapan tinggi dan mempercepat adaptasi tanaman serta menghindari setres tanam akibat terik sinar matahari.

  D. Pemupukan
1. Pupuk Dasar
    a. 7 – 15 hari sebelum tanam : Irengan 30 lt dengan disiram di bedengan, sp 36 150 kg tebar rata.
    b. 5 hari sebelum tanam Za 2 sendok makan ( 20 gr ), fertika 2 sendok makan ( 20 gr ) masukkan kedalam lubang tanam tutup tanah kembali kemudian siram dengan air yang sudah diberi agropos 3 ttp per 10 lt air.
2. Pupuk Susulan
    Pupuk susulan diberikan di kiri atau kanan tanaman dengan jarak 15 – 20 cm secara berurutan jangan berselang seling dikiri atau kananya supaya penyerapan pupuk dan perakaran merata.
    a. Susulan I 10 hst : za 10 gr, fertika 20 gr.
    b. Susulan II 20 hst : Npk 10 gr, Za 5 gr, Kno plus 10 gr
    c. Susulan III 30 hst : Kno Plus 15 gr, Za 10 gr, fertika 10 gr
    d. Susulan IV 40 hst : NPK 15 gr, Fertika 20 gr, Za 10 gr, boron 2 gr.
3. Pupuk kocor
    Pupuk kocor atau siram diberikan setelah tanaman berumur 7 hst dengan interval 7 hari sekali sampai umur 45 hst.
    a. Kocor 7 hst : Agropos 5 ttp, Irengan 8 ttp, za 3 semdok makan per air10 lt.
    b. Kocor 14 hst : Agropos 5 ttp , Irengan 8 ttp, Kno plus 2 sendok makan per air10 lt.
    c. Kocor 21 hst : Agropos 7 ttp, Irengan 10 ttp, Fertika 3 sendok makan per air 10 lt.
    d. Kocor 28 hst : Agropos 7 ttp, Irengan 10 ttp, Kno plus 3 sendok makan per air 10 lt.
    e. Kocor 35 hst : Agropos 10 ttp, Irengan 10 ttp, Za 3 sdk makan, per air 10 lt.
    f. Kocor 45 hst : Agropos 10 ttp, Irengan 10 ttp, NPK 3 sendok makan per air 10 lt.
4. Pupuk semprot
    Pupuk semprot diberikan ketanaman mulai 15 hst sampai umur 55 – 60 hst atau 1 minggu menjelang panen.
    a. Semprot I 15 hst : Mgp 5 ttp, primavit 5 ttp, gibraco 0.5 ttp pertangki 14 lt.
    b. Semprot II 22 hst : Mgp 5 ttp, Primavit 5 ttp, Primarin B 6 ttp pertangki 14 lt.
    c. Semprot III 30 hst : Primarin B 6 ttp, primavit 5 ttp, Agropos 7 ttp pertangki 14 lt.
    d. Semoprot IV 37 hst : Primarin B 8 ttp,Primavit 7 ttp, Mgp 7 ttp pertangki 14 lt.
    e. Semprot V 42 hst : Primarin B 8 ttp, Agropos 10 ttp, Kno Plus 3 sdk mkan pertangki 14 lt.
    f. Semprot VI 47 Hst : Primarin b 10 ttp, Agropos 10 ttp, Higroot 1 sdk     teh pertangki 14 lt
    g. Semprot VII 55 hst ; primarin B 10 ttp, Agropos 10 ttp, Higroot 1 sdk teh pertangki 14 lt.
    h. Pupuk kalsium  ( kalsi + ) dapat diberikan pada saat terbentuk buah dan jelang pembesaran.
E. perawatan Tanaman
1. Pengairan / penyiraman
    Pengairan  dikerjakan 3 hari sekali sejak penanaman jangan sampai kondisi lahan kering. Pada waktu tanaman berbunga hentikan penyiraman karena akan menyebabkan bunga rontok. Sebelum buah menjadi besar kurangi pengairan untuk menjaga buah tetap manis dan kadar air sedikit.
2. pemangkasan / perempelan, dan sortasi buah
    a. Pemangkasan batang utama bisa dilakukan pada daun atau ruas ke 3 – 5 supaya produksi maksimal, kemudian pelihara batang sampingnya setelah tumbuh.
    b. Tunas lateral yang tumbuh segera dirempel atau dibuang agar pupuk yang diberikan tidak terbagi karena tunas lateral / cabang air ini sangat rakus akan unsur hara.
    c.Seleksi buah dilakukan setelah tanaman mulai berbuah, buah yang cacat atau tidak sempurna segera di buang pelihara buah yang bentuknya sempurna dan cepat perkembanganya.
    d. Buah yang dipelihara sebaiknya pada daun 10 keatas yang 10 kebawah sebaiknya dibuang
    e. Perbatang tanaman sisakan 2 – 3 buah untuk dibesarkan.
F. Pengendalian Hama dan Penyakit
    Seperti kebanyakan tanaman lainnya tanaman semangka juga memmpunyai kendala dalam budidayanya terutama serangan hama penyakit. Hama penyakit yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat sering kali menyebabkan penurunan hasil panen bahkan tidak jarang menyebabkan gagal panen. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman semangka antara lain :
1. Hama tanaman semangka
    a. Kutu pengisap daun atau aphids hama ini merusak tanaman dengan mengisap nutrisi pada daun terutama daun muda sehingga menyebabkan daun menjadi keriput dan keriting. Hama ini dapat dibasmi dengan menggunakan insektisida Basmilat ataupun biagro.
    b. Penggerek daun ulat Liryomisa  hama ini menggerek daun baik daun muda ataupun daun tua sehingga menyebabkan lapisan klorofil daun hilang membentuk jaringan seperti jalan. Hama ini dapat dikendalikan dengan menyemprot insektisida Biagro ataupun Starmine.
    c. Hama pengisap Thrips , hama ini lebh suka menyerang daun yang masih muda sehingga menyebabkan daun menjadi keriting karena cairan nutrisi habis dihisap. Hama trips juga suka bersembunyi di kelopak bunga pada waktu cuaca panas, penyemprotan sore atau pagi hari sebelum panas sangat dianjurkan untuk memaksimalkan pengendalian.
    d. Hama ulat tanah, ulat tanah sering menyerang tanaman semangka pada waktu masih muda dibawah umur 15 hst. Ulat tanah menyerang tanaman pada waktu sore hingga malam hari, penyemprotan insektisida disarangkan pada waktu jelang petang karena ulat ini pada keluar makan. Pengendalian dapat menggunakan Basmilat atau Starmine.
    e. Ulat Grayak, hama ulat grayak selain menyerang daun juga sering merusak bakal buah. Seranganya dapat menyebabkan daun habis dan buah rusak dan rontok. Hama ini dapat dikendalikan dengan menyemrpot insektisida Starmine pada waktu sore  atau pagi hari sebelum panas.
2. Penyakit tanaman semangka
    Penyakit terpenting tanaman semangka yang sering dan sangat sulit dikendalikan antara lain :
    a. Penyakit Kresek, penyakit ini desebabkan oleh cendawan atau jamur Embun Bulu serangannya sangat cepat dan ganas terlambat mengendalikan akan menyebabkan gagal panen.
Ciri tanaman yang terserang penyakit ini didagului warna kuning spot spot pada permukaan daun kalau dibali dibawahnya ada spora berwarna putih kecoklatan .
Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan Detacide mix p3 bila serangan masih ringan, bila serangan sudah berat pengendlian dapat menambahkan Clearopt. Interval penyemprotan serangan berat 2 hari sekali 3 kali aplikasi tanpa jeda.
    b. Penyakit Layu Fusarium, Penyakit ini dapat menyerang berbagai tanaman hortikultura dan tanaman pangan, serangan dapat meluas bila pemupukan kelebihan Nitrogen. Penyakit layu fusarium menyerang pada perakaran sehingga agak sulit mendeteksinya.
Gejala serangan penyakit Ini adalah bila tanaman pagi dan sore hari tampak segar sedang siang tampak layu, gejala ini berlangsung antara 3 sampe 5 hari kemudian akan layu semua dan mati.
Pengendalian, Penyakit ini kl sudah kena agak sulit dikendalikan tetapi bila masih dalam gejala masih bisa disembuhkan. Pengendalian dapat di lakukan dengan mengocor Fungidor 2 hari sekali sebanyak 3 kali aplikasi dengan memilih tanaman yang sakit.
Upaya preventif / pencegahan sangat dianjurkan agar terhindar dari penyakit ini. Untuk pencegahan sebaiknya pengocoran fungidor dilakukan pada saat umur tanaman 10,30,40 hst.
    c. Rebah semai  ( Dumping off ), penyakit ini sering menyerang di saaat persemaian dan pindah tanam dibawah 10 hst. Penyakit ini disebakan oleh cendawan Phityum.
Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan fungidor atau Mikocide pada saat di persemaian dan 3 hari setelah pindah tanam
    d. Penyakit karena nematoda, penyakit nematoda bisa menyerang semua jenis tanaman akibat serangan penyakit ini daun menjadi keriting atau puret. Penyakit ini menyerang bagian akar tanaman.
Pengendalian penyakit ini dapat dikendalikan dengan menyiram lubang tanam memakai Basmilat atau Clearopt dengan dosis 1 ttp per air 10 lt.
    d. Virus keriting / puret, jenis penyakit keriting karena virus paling sulit dikendalikan karena penyakit ini memiliki beberapa inang spt trips,apid,kutu kebul,dan lalat.
Pengendalian selain membasmi inangnya bisa dengan menggunakan Antivirus Aktor-9 dimana antivirus ini bekerja dengan melemahkan DNA virus dari dalam jaringan tanaman. Pencegahan virus keriting dapat dimulai sejak dari persemaian hingga pindah tanam pada saat umur 7,20,35 dan 45 hst.
G. Panen
    Tanaman semangka dapat dipanen bila umurnya sadah cukup tua, umur panen antara 60 sampai 70 hst.

   NB : Air untuk menyemprot dan mengocor tanaman sebaiknya menggunakan air sumur jangan menggunakan air sungai karena air dari sumur lebih steril dari cemaran bibit hama penyakit sedangkan air sungai lbh banyak tercemar bibit hama penyakit dari kebiasaan petani yang sering membuang tanaman atau buah yang terserang penyakit kedalam sungai sehingga hanyut sampai hilir. 
  





                       




Rabu, 31 Januari 2018

MANFAAT CACING TANAH

Manfaat Cacing Tanah
meningkatkan infiltrasi air dan aerasi tanah. Lahan-lahan yang ”diolah” oleh cacing tanah membentuk terowongan yang dapat menyerap air sebesar 4 – 10 kali lahan yang tidak mengandung terowongan. dengan adanya terowongan2 ini dapat mengurangi aliran air permukaan, mengisi kembali sumber air tanah, dan membantu menyimpan lebih banyak air tanah untuk musim kering.dapat mengurangi aliran air permukaan, mengisi kembali sumber air tanah, dan membantu menyimpan lebih banyak air tanah untuk musim kering.Secara vertical cacing tanah menggali pipa udara lebih dalam ke dalam tanah, yang dapat merangsang siklus hara yang dibantu oleh mikroba pada lapisan tanah yang lebih dalam. Bila jumlah populasi cacing tanah dalam jumlah yg besar pengolahan tanah yang membentuk galian-galian yang dilakukan oleh cacing tanah dapat menggantikan kebutuhan pengolahan tanah yang dilakukan mesin Cacing tanah memakan bahan tanaman mati yang ditinggalkan di lapisan atas tanah dan meredistribusi bahan organik dan hara tanaman di seluruh lapisan atas tanah.Senyawa organik yang kaya hara terdapat di sepanjang terowongan tersebut, yang dapat tetap berada di tempat tersebut selama bertahun-tahun jika tidak didistribusikan. selama musim kering berlangsung terowongan2 tersebut memungkinkan penetrasi akar tanaman yang lebih dalam menuju ke lapisan subsoil dengan kandungan air tanah yang lebih tinggi.Selain bahan organik, cacing tanah juga mengkonsumsi tanah dan mikroba tanah ketika mereka bergerak di dalam tanah.tanah yang mereka keluarkan dari sistem pencernaan mereka yang dikenal dengan nama ”casting”.Kandungan hara larut dari casting kemungkinan lebih tinggi dari pada kandungan hara dalam tanah tersebut. Jumlah populasi cacing tanah yang memadai dapat memproses 10.000 kg top soil (lapisan atas) per tahun. Cacing tanah juga mensekresikan zat perangsang tumbuh tanaman. Peningkatan pertumbuhan tanaman pada tanah dengan aktivitas cacing tanah yang tinggi kemungkinan disebabkan oleh adanya zat pemacu tumbuh tersebut, tidak hanya untuk memperbaiki kualitas tanah. Cacing tanah tumbuh dengan subur pada tanah yang tidak diolah. Biasanya, semakin sedikit pengolahan tanah semakin baik, dan semakin dangkal pengolahan tanah semakin baik juga. Jumlah cacing tanah dapat berkurang sebanyak 90% dengan semakin sering dan semakin dalam pengolahan tanah.
Pengolahan tanah mengurangi populasi cacing tanah dengan mengeringnya tanah tersebut, membenamkan residu tanaman di mana mereka hidup dengan itu, dan membuat tanah lebih memungkinkan untuk membeku. Pengolahan tanah juga merusak lubanglubang cacing tanah secara vertical dan dapat membunuh dan memotong cacing tanah.
jumlah cacing tanah dapat ditingkatkan dengan mengurangi pengolahan tanah, tidak menggunakan bajak singkal, mengurangi ukuran partikel residu, menambahkan pupuk kotoran hewan, dan menanam tanaman pupuk hijau.( Sumber e book pertanian organik )

Minggu, 10 September 2017

MEMPRODUKSI HASIL PERTANIAN SEHAT BEBAS RESIDU KIMIA PESTISIDA BERBAHAYA

     Tanaman sama seperti mahkluk hidup lainnya untuk kelangsungan hidupnya juga membutuhkan  atau memerlukan nutrisi yang cukup dan seimbang. Sedang nutrisi itu sendiri adalah senyawa atau unsur kimia yang amat penting bagi tanaman,kekurangan salah unsur dalam tanaman akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan atau kelangsungan hidup tanaman itu sendiri.
Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ini tanaman selain mengandalkan yang sudah ada dalam tanah juga memerlukan pasokan tambahan dari luar dengan bantuan manusia. Kebutuhan Nutrisi tanaman dalam satu siklus musim tanam berbeda beda dari fase pertumbuhan,pembuahan dan finish ( selesai satu musim ). Disamping itu tanaman juga sangat mudah menglami setres baik itu disebabkan oleh cuaca yg ekstrim,penggunaan pestisida yang tidak bijak,pemangkasan maupun pindah tanam, bila kondisi setres ini tidak segera ditangani akan menyebabkan tanaman mudah terserang oleh hama penyakit. 
     Penguasaan ilmu budidaya yang memadai wajib dimiliki oleh para petani atau orang yang menekuni dibidang tanaman karena bila tanpa menguasai ilmu budidaya dengan baik dan benar dalam perjalanannya akan lebih banyak banyak masalah. 
Setelah semua kebutuhan nutrisi tercukupi dengan baik tanaman akan tumbuh dengan sangat optimal,pertumbuhan yang optimal ini akan membawa dampak selain akan berproduksi tinggi tanaman juga akan mempunyai daya tahan yang sangat baik dalam menangkal serangan hama penyakit yang datang dari luar selain itu tanaman juga tidak akan mudah setres sehingga penggunaan pestisida baik itu yang berbentu insektisida,fungisida ,bakterisida dan nematisida lebih hemat atau minim. 
     Adapun Nutrisi yang sangat diperlukan oleh tanaman supaya otipmal pertumbuhannya meliupti unsur 1. Makro atau utama seperti NITOGEN / N ( sumber urea dan za,kno ), POSPHOR / P ( sumber sp 36, tsp 46, #Agropos ). KALIUM / K ( sumber zk,kcl,#fertika ), 
2. Makro sekunder seperti Magnesium / mg ( sumber mgo,mgso4,#MGP ), Sulfur / s ( sumber belerang ), Kalsium / ca ( sumber kapur dolomit,kapur tohor,#Kalsi+ ).
3. Mikro seperti Zink /zn ( sumber zn edta,#Primavit ), Fero / fe atau besi ( sumber fe edta,primavit ), Boron / b ( sumber Borak, Primarin b,Primavit ), Tembaga / cu ( sumber cu edta ,cuso4,, Primavit ), Molibdenum / Mo ( sumber Primarin b dan Primavit ), mangan / mn (  sumber mn edta,primarin B,mno ), Natrium  / Na ( sumber naso4, primarin B ), Cobalt /Co ( sumber Primarin B ), Silocone / si ( sumber sio2,Agropos ).
     Bilamana semua kebutuhan diatas dapat dipenuhi atau terpenuhi pertumbuhan dan produksi optimal akan dengan sangat mudah tercapai. resiko kerugian akan prodiksi yang rendah bisa dicegah.
selain itu penggunaan insketisida,fungsida baik kontak atau sistemik jd sangat minim karena tanaman mempunyai kekebalan atau daya tahan yang sangat baik.
Kesalahan para petani selama ini lebih cenderung mengandalkan pestisida dibanding  Nutrisi  dalam upaya pencegahan padahal bila tanaman yang sehat otomatis minim organisme pengganggu tanaman ( OPT ) pada kondisi demikian justru tanaman akan mengalami setres yang sangat tinggi bahkan kadang pertumbuhan sampai terhenti / stagnan. ini sama seperti manusia bilamana kondisi manusia dalam keadaan kesehatan atau kondisi yg optimal bila diminumi atau minum obat pencegahan Flu atau penyakit lain justru akan merusak kinerja ginjal,jantung,hati,paru-paru dan lain lain  sehingga obat sangat diperlukan bilamana tubuh sudah merasakan sakit tanama juga demikian adanya dalam kondisi yg sangat sehat bilamana disepray insek atau fungi dengan alasan usaha #preventif atau pencegahan justru malah akan menurunkan daya tahan tanaman itu sendiri dikarenakan setres paparan bahan akti pestisida.
     Penggunaan pestisida yang sangat minim akan menghasilkan produk pertanian yang sehat dan bercita raasa khas,selain itu daya simpan produk menjadi lama tidak mudah busuk dan sangat aman bagi kesehatan manusia yang mengkomsumsinya. dampak positif lainnya timbunya penyakit penyakit modern saat ini bisa dicegah. Dengan demikian produk pertanian yang dihasilkanpun menjadi produk sehat atau organik karena sangat minimnya residu walaupun residu tetep ada tapi bsa hilang saat pencuncian atau pelayuan.

" semoga bermanfaat ,bila ingin konsultasi bisa menghubungi no telp yang ada dibawah tinggal scrol kebahan laman ini."

Selasa, 05 September 2017

MENGENDALIKAN KUTU KEBUL ATAU BEMISIA TABACI

Aplikasi #natucide yang dimix dengan #clearopt selain membasmi kutu kebul berikut telur dan anak-anaknya juga mampu membasmi ulat dan lalat .
anakan kutu kebul instar 1
kunci mengendalikan #kutukebul agar berhasil tinggi insektisida yang digunakan harus mampu mengikis habis tepung lilin berwarna putih yang melindunginya.

Kamis, 23 Maret 2017

SOP PENANAMAN KENTANG PER HEKTAR

     

Tanaman kentang akan tumbuh optimal pada ketinggian 1.000 2.300 mdpl untuk varietas granollla sedangkan varieas atlantis optimal pada ketinggian 1.000 – 1.800 mdpl dengan suhu harian antara 15- 25 derajad celcius.
     Sarat tumbuh untuk bias menghasilkan produksi yang optimal antara lain :
> PH tanah diantara 5 – 7
> kelembababudara yang tinggi 80 % keatas
> Tanah yang remah atau gembur
> Bahan organic tanah yang tinggi ( 2 - 2.5 % )
>  Penyinaran matahari cukup.
     A.PENGOLAHAN TANAH
> Buat bedengan dengn ukuran dengan ukuran tinggi 40 cm dan lebar 60 cm atau menyesuaikan kontur tanah setempat
> Setelah  bedengan ditentukan dan terbentuk setengah jadi taburkan pupuk sp 36 450 kg kemudian kocor / semprot/gembor dengan irengan yang sudah dilarutkan sebanyak 300 liter,dan tutup dengan tanah hingga bedengan jadi sempurna.
> Diamkan bedengan tersebut dalam keadaan terbuka selama 2 minggu
> Setelah dua minggu cacah kembali bedengan tersebut, selesai mecacah taburkan pupuk za 300 kg ,fertika 10 kg,zk 75 kg kemudian urug pupuk tersebut dengan tipis.
> Sebelum diurug tipis bedengan tersebut semprot dengan Vitaplus terlebih dahulu dengan dosis 5 liter.
> Pengurukan tipis selesai tutup dengan mulsa ( bila pakai mulsa ) bila tidak pakai mulsa 10 hari kemudian bedengan sudah siap ditanami.
     B.PERSIAPAN BIBIT
Bibit kentang sebaiknya menggunakan bibit yang sehat dan tidak cacat,cukup umur dengan bobot antara 25 – 50 gr,dengan 2-4 mata tunas.
Bibit yang akan digunakan maksimal sampai G 5 ( generasi ke 5 ) dan bersertifikat atau minimal dari kelompok tani spesialis pembibitan.
     C.PERSIAPAN TANAM DAN PENANAMAN
Sebelum bibit diatanam celupkan bibit kentang tersebut dalam ember atau bak yang sudah di berikan gibraco dan actor 9 0.5 ml per liter dan 1.5 ml per liter selama 10 menit. Setelah selesai mencelupkan bibit dapat segera ditanam dengan jarak tanam 25 – 35 cm antar umbi. Penimbunan bibit yang sudah ditanam sebaiknya jangan terlalu tebal karena akan menurukan produktivitas.
waktu penanaman umbi bisa dibelah atau dipotong sesuai mata tunasnya atau tanpa dipotong / dibelah menyesuaikan kebiaasaan petani setempat.
     D.PEMUPUKAN
Selain pupuk dasar yang sudah diberikan sebelum tanam pemupukan selanjutnya ada tiga cara yaitu pupuk susulan, pupuk kocor, dan pupuk semprot.
1.Pupuk Susulan
* pupuk susulan pertama diberikan pada saat tanaman kentang berumur 20 hst dengan dosis ; Za 100 kg, sp 36 100 kg, Npk triple 15 atau triple 16 150 kg
*
Pupuk susulan kedua dibrikan pada saat tanaman kentang berumur 40 – 45 hst
dengan dosis Za 100 kg , fertika 20 kg, ( fertika dan za bias dicampur terlebih dahulu supaya za terserap utuh ), Zk 100 kg, dan npk triple 16 50 kg.
* Pupuk susulan ketiga pada umur 60 hst bisa diberikan bisa juga tidak dengan melihat kondisi tanaman.
2.Pupuk Kocor / siram
Pupuk kocor / siram diberikan pada tanaman mulai umur 10, 17,25,35,42 hst
pupuk kocor umur 10 hst ; Agropos 3 ml/lt, irengan 5 ml/lt, plus Kno 2 gr/lt
Pupuk kocor umur 17 hst ; Agropos 3 ml/lt, Gibraco 1 ml/lt, Kalsi+ 2 gr/lt
Pupuk kocor umur 25 hst ; Agropos 4 ml/lt, primavit 3ml/lt, Gibraco 0.5 ml/lt
Pupuk kocor umur 35 hst ; Irengan 7 ml/lt, Mgp 3 ml/lt, Plus Kno 3 gr/lt
Pupuk kocor umur 42 hst ; Vita+ 6 ml/lt, Mgp 5 ml/lt, Plus Kno 3 gr/lt.
Pupuk kocor/siram diberikan menyesuaikan kondisi tanaman bila sampai umur 42 hst sudah tidak memungkinkan diberikan pupuk kocor karena sdh lebat atau rimbun bias dihentikan diganti dengan pupuk semprot / sepray.
3.Pupuk Semprot / spray
Pupk semprot / sepray diberikan pada tanaman mulai umur 50,57,65,73 dan 80 hst.
Pupuk semprot umur 50 hst ; Agropos 5 ml/lt, Primarin B 5 ml/lt, Mgp 4 ml/lt
Pupuk semprot umur 57 hst ; Agropos 5 ml/lt, Primarin B 5 ml/lt, Mgp 4 ml/lt
Pupuk semprot umur 65 hst ; Agropos 6 ml/lt, primavit 5 ml/lt, Primarin B 6 ml/lt
Pupuk semprot umur 73 hst ; Agropos 6 ml/lt, Higroot 0.5 gr/lt, Plus Kno 3gr /lt.
Pupuk semprot umur 80 hst ; Agropos 6 ml/lt, higroot 0.5 gr/lt, Plus Kno 3 gr/lt.
E.Pengairan / Penyiraman
Pengairan atau penyiraman diperlukan bila kondisi tanaman kekurangan air, waktu pengairan ini yang perlu diperhatikan kondisi air jangan sampai basah sekali atau menggenang di parit. Waktu penyiraman bias dilakukan pada pagi hari atau sore hari.
     F.Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendlian hama penyakit ini merupakan komponen terpenting dalam suatu budidaya tanaman. Kegagalan dalam mengendalikan hama penyakit yang menyerang sangat merugikan petani.
Pengendalian hama penyakit selain menggunakan pestisida juga bias dilakukan denga rotasi tanaman dalam setiap musimnya,ini berfungsi untuk menjaga supaya OPT ( organis pengganggu tanaman ) tidak ceat mudah resistant atau kebal terhadap bahan aktif pestisida.
* Penyakit yang sering menyerang tanaman kentang dari golongan cendawan atau jamur dan bakteri antara lain :
>
Busuk daun phythophtora infestan
Penyakit ini dapat menyerang batang,daun dan umbi.,
pengendalian penyakit dapat menggunakan fungisida mikocide 70 wsc 2 ml/lt yang dimix dengan p3 0.25 ml/lt. Tetapi bila serangan cukup tinggi tau parah dapat menambahkan Clearopt 3 ml lt.
> Penyakit layu Fusarium
Penyakit ini dapat menyebabkan tanaman menjadi mati bila tidak segera ditangani, paing banyak menyerang diumur tanaman 30 – 50 hst.gejalanya pagi dan sore segar bugar sedangkan pada saat siang hari tampak layu atau lunglai.
Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan Fungidor 50 ec dengan dosis 2 ml/lt aplikasi kocor pada lubang tanamnya dengan interval waktu 2 hri sekali sebanyak 4 kali aplikasi.
> Penyakit layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Penyakit ini menyerang pada akar dan batang yang menyebabkan tanaman menjadi berlendir dan membusuk yang akhirnya akan mati bila tidak ditangani secara cepat.
Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan Clearopt 20 sc dimix dengan penembus P3
.
> Penyakit Alternaria solani / bercak Lunak
penyakit ini menyerang pada daun dengan sebaran penyakit yang sangat cepat selain kentang penyakit ini dapat menyerang tanaman tomat.
Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan Mikocide 70 wsc yang dimix dengan Clearopt 20 sc dan P3.
* Penyakit yang disebabkan oleh nematoda antara lain ;
> nematoda bintil akar ( meloidogyne spp). Penyakit ini menyerang dan merusak perakaran tanaman kentang. Tanda tanda tanaman terserang penyakit ini seperti tanaman tumbuh kerdil disertai daun bagian pucuk pada menguning.
Pengendalian penyakit karena nematode ini dapat menggunakan Basmilat 80 ec mix dengan p3 dengan cara dikocorkan pada tanaman yang terserang.
> Nematoda sista kuning  (NSK). Tanaman yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala seperti daun daun menguning lebih awal selanjutnya akan mengering dan mati dampak negative lainnya adalah tanaman menjadi mudah terserang penyakit jamur dikarenakan kondisi tanaman yang buruk akibat akarnya yang rusak sehinggga pasokan nutrisi menjadi terganggu.
Pengendalian penyakit karena NSK dapat menggunakan Basmilat 80 ec yang dimix denga clearopt dan p3 pada dosis masing-masing 2 ml / lt dan 0.5 ml//lt.
* Penyakit yang disebabkan oleh Virus
> Virus PLRV. Penyakit ini menyebabkan daun tanaman menggulung tampak kaku dan kecil ,tanaman akan tumbuh kerdil dikarenakan tidak optimalnya proses fotosintesis.
Pengendalian penyakit ini dengan menggunakan Aktor-9, primavit dan p3 dengan dosis 1.5 ml/lt,5 ml/lt, dan 0.5 ml/lt 3 hari sekali sebanyak 4 kali aplikasi,setelahnya aplikasi sesuai kebutuhan.
> Virus X dan Virus Y. Penyakit ini dapat menyebabkan penyaikit mosaic virus. Vector penyakit ini seperti kutu kebul, mysus persicae. Tanda tanda dari serngan penyakit ini antara lain mosaic pada daun, bentuk daun menjadi tidak sempurna,muncul bercak daun,daun pucuk berwarna lebih muda tidak seperti pada tanaman normal,dampak yang ditimbulkan umbi menjadi tidak normal.
Pengendalian penyakit ini dengan menggunakan actor-9 yang dimix dengan primavit dan p3 dengan dosis seperti pada pengendalian Virus PLRV.
* Hama yang menyerang kentang macamnya cukup banyak seperti oteng-oteng,ulat tanah,kutu daun,thrips dan orong-orong. Pengendalian penyakit ini bias menggunakan basmilat80 ec mix dengan p3 bila yang menyerang ulat,kutu daun, thrips oteng-oteng bias menggunakan biagro 60 ec atau natucide 100 ec yang dimix dengan p3.

G.Panen
Panen kentang setiap varietas berbeda-beda tergantung ketinggian tempat dan musimnya. Akan tetapi rata rata mempunyai kesamaan panen diumur kisaran 90 – 120 hst.

Jumat, 06 Januari 2017

LIQUID SMOKE / WOOD VINEGAR

     Asap cair atau LIQUD SMOKE ATAU WOOD VINEGAR mempunyai fungsi atau kegunaan yang cukup besar dalam dunia pangan atau pertanian,perkebunan dan industri. selain sebagai pengawet alami yang aromatik asap cair juga bersifat antimikroba dan mempunyai antioksidan yang tinggi.
kemampuan asap cair sebagai pengawet makanan alami seperti daging,bakso,mie, ikan ,tahu dll.
     Pada sektor perkebunan karet asap cair dapat digunakan sebagai Koagulan lateks atau pengental getah. disamping sebagai koagulan asap cair juga mampu mencegah serangan rayap pada kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan.
     Dalam sektor pertanian asap cair yang bersifat anti jamur dan antimikrobia juga dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai serangan organisme pengganggu tanaman ( opt ) dapat juga digunakan sebagai penolak.Atau bisa diguakan sebagai campuran membuat pestisida organik.
asap cair klas 1 ( food grade )

Jumat, 13 Mei 2016

OBAT NGOSER / MBOLER / NGINUL, LODOH DAN TROTOL / BERCAK UNGU PADA TANAMAN BAWANG MERAH

1.Penyakit NGOSER,NGINUL ATAU MBOLER pada tanaman bawang merah merupakan penyakit utama dan sering membawa dampak kerugian yang cukup besar bagi tanaman bawang merah. Disini sy akan mencoba langsung ke pokok pengendalian,untuk ciri cirinya dapat dilihat di google.
PENCEGAHAN / PREVENTIF :
sebelum tanam
  • Lahan yg sudah siap ditanami 1 hari sebelum tanam fumigasi lebih dahulu dengan clearopt dengan dosis 1000 ml / ha.pada saat aplikasi bisa menambahkan irengan dengan dosis 30 lt / ha ini gunanya untuk membuat lahan menjadi remah,ketersedian oksigen dalam tanah cukup,akar tanaman muda berkembang 2 x lipat lebih cepat serta menjaga ph tanah tetap netral sehingga bibit cendawan penyakit / patogen tidak bisa berkembang biak.
  • Bibit sebelum tanam sebaiknya direndam atau dicelupkan dalam air yang sudah di beri fungisida mikocide dengan dosis 1ml / lt.
PENGENDALIAN / KURATIF :

  • Tanaman yang terserang segera disemprot dengan fungisida MIKOCIDE dengan dosis 2 ml / liter air,penambahan penembus seperti P3 akan lebih mengoptimalkan penggunaan fungisida.
  • penyemprotan dilaksanakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit dengan interval waktu 2 hari sekali sebanyak 3 kali atau 6 hari disemprot 3 kali.
  • Gunakan air bersih jangan air keruh pada waktu menyemprot.
  • Bila serangan penyakit berat penyemprotan dapat menggunakan DETACIDE  dengan dosis 2 sendok makan pertangki 14 lt.
  • Setelah tanaman pulih segera berikan pupuk yang berkosentrasi P dan K tinggi.serta berikan ppk semprot yang berbasis pupuk mikro.
2. Penyakit LODOH  / nglulup / trotol/bercak ungu merupakan penyakit penting pada tanaman bawang merah. penyakit ini menyerang pada daun terutama pada saat kelembabapan udara tinggi. Penyakit ini disebakna oleh candawan / jamur alternaria porii.
Ciri tanaman yang terserang bercak ungu/ trotol pada daun yang terserang terdapat bercak kelabu keunguan dan didalamnya tampak terlihat garis melingkar seperti cincin.

PENCEGAHAN / PREVENTIF : upaya pencegahan sama seperti yang terserang ngoser/nginul.

PENGENDALIAN / KURTIF :
  • Tanaman yang terserang segera disemprot dengan DETACIDE yang di tambah P3  dengan dosis detacide 2 sendok makan penuh dn p3 5 ml pertangki 14 lt
  • penyemprotn dapat dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit atau sore hari.
  • Interval penyemprotan 2 hari sekali sebanyak 2 kali.