Total Tayangan Laman

Selasa, 06 Maret 2012

MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI ( KRESEK ) DI TANAMAN PADI


 Penyakit kresek pada tanaman padi atau hawar daun bakteri di sebabkan oleh bakteriXANTHOMONAS ORYCAE .Tetapi kebanyakan petani mengira ini adalah penyakit yg di sebabkan oleh cendawan sehingga waktu menyemprot menggunakan fungisida,bahkan di kampung-kampung yg masih rendah sdmnya mengatakan ini sudah biasa ada pada tanaman padi.
Penyakit kresek ini sebenarnya bisa di cegah dan di kendalikan dg budidaya secara sehat dan ramah lingkungan,penggunaan pupuk kandang dan jarak tanam yang renggang akan lebh mudah pengendalian dan pencegahannya. Jarak tanam yg rapat dapat menyebabkan kelembabpan sekitar tanaman meningkat sehingga dapat memicu bakteri xanthomonas berkembang lbh cepat.Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian penyakit kresek / hawar daun bakteri :
KRESEK
1. gunakan varietas unggul yang tahan penyakit hawar daun bakteri,seperti inpari,mekongga.
2. Varietas hibrida tidak tahan alias rentan serangan penyakit ini.
3. jarak tanam yg renggang akan mengurangi serangan penykit ini,spt menggunakan jarak tanam 30x15x50 cm atau 22 x 15 x 40 cm.
4. hindari pemakian urea berlebih pada saat pemupukan.
5. Tambahkan pupuk kalium tinggi dan CALSIUM pada saat pemupukan.
6. Tambahkan pupuk MIKRO DG DI semprot minimal 4 kali dan usahakan yg kandungan ZN , CU, MO  tinggi.
7. penyemprotan tindakan preventif dapat menggunakan mikocide 70 wsc dengan dosis 1ml/lt dan penyemprotan kuratif dengan dosis 2 ml / lt.
8. perlakuan benih menggunakan bakteri khorin pd saat perendaman (bisa dbarengkan dg PGPR & POC yang mengandung giberelin).
9. pencelupan akar pd bibit padi yang akan di pindah tanamkan dg PGPR
10. penyemprotan bakteri khorin pd umur 20 & 40 hst

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar