Total Tayangan Halaman

Rabu, 04 Mei 2011

MENGENDALIKAN PHYTOPTHORA DAN BAKTERI DI PEPAYA

pepaya sehat 
     Penyakit tanaman pepaya yang sangat mengganggu dan merusak dan menimbulkan kerugian seperti  phytopthora dan dari golongan bakteri. penanganan yang terlambat akan menimbulkan kerugian yang cukup banyak.Udara yang lembab memudahkan penyakit ini berkembang dengan sangat cepat.
busuk bakteri
Pengendalian : kedua penyakit ini dapat di kendalikan dengan menyemprot mikocide 70 wsc dengan dosis 30 ml / tangki 14 lt.
Interval penyemprotan masa pengobatan 3 hari sekali sebanyak 3 kali berturut-turut atau 6 hari dengan 3 kali penyemprotan.Setelah penyakit dapat di kendalikan untuk preventifnya 7-10 hari sekali.
phytophora palmivora

PERTANIAN ORGANIK

     Gaya hidup sehat telah menjadi tren / pola hidup baru atau yg lebih di kenal dengan slogan back to nature dengan meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan-bahan kimia sintetis seperti pupuk,pestisida dan hormon petumbuhan /zpt dalam tekhnik budidaya pertanian.pangan yang sehat dan aman serta bergizi tinggi dapat di produksi dengan sistem organik. Peertanian organik merupakantekhnik budidaya dengan hanya mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis.
     Pertanian organik bertujuan menyediakan produk-produk pertanian sebagai bahan pangan yang aman bagi kesehatan baik bagi produsen itu sendiri maupun konsumen dan tak merusak lingkungan.
Pola atau gaya hidup sehat sudah mendunia dan menyebar di semua negara di dunia sehingga terbentuk sebuah lembaga yang mensaratkan bahwa produk pertanian aman di konsumsi,kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan.Dengan perubahan gaya hidup sepeti ini permintaan akan produk organik dunia meningkat 20%.
     Prinsip dasar untuk pertanian organik yang perlu di pertimbangkan dalam suatu kawasan adalah :
  • Lahan budidaya harus bebas dari pencemaran bahan-bahan kimia pupuk dan pestisida sintetis yang dapat berupa lahan yang baru di buka atau lahan petanian yang telah di konversi menjadi lahan petanian organik.
  • Menghindari benih dari rekayasa genetik ( genectialy modified organism ).
  • Menghindari dari penggunaan pupuk kimia sintetis ,zat perangsang umbuh / zpt.
  • Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman termasuk penanganan gulma harus di lakukan secara manual, pengendalian hama dan penyakit menggunakan pestisida botanik / nabati maupun biologi.
  • Menghindari penggunaan zpt dan bahan aditif sintetis dalam ransum pakan ternak yang secara tak langsung juga pada pupuk kandang yg di hasilkan.
  • penanganan paca panen dan pengawetan bahan pangan dengan menggunakan cara alami.
     Pendukung tekhnologi pertanian organik:
          1. Teknologi budidaya sistem LEISA
Ini meupakan cara mengelola produksi tanaman yang menyeluruh dengan menggunakan input dari luar yang rendah sehingga dapat menjamin produk yang steril.Bahan agrokimia sintetis masih di gunakan dalam jumlah yang terbatas sehingga tak menimbulkan residu yang melebihi ambang batas yang di tentukan tetapi belum bisa di sertifikasi sebagai hasil pertanian organik.Komponen leisa meliputi pengolahan tanah yang dalam,sanitasi,penggunaan mulsa plastik,penggunaan pupuk kandang minim 30 ton / ha dan NPK 1 ton / ha, penggunaan pestisida yang bergantian atau selang-selinga antara pestisida botanik / hayati dengan pestisida kimia sintetis.
          2. Pembenah tanah hayati
Selain pupuk kandang yang berperan sebagai pupuk dan pembenah tanah,beberapa mikroba sebagai agensia hayati dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah melalui fungsi-fungsi tertentu.Mikroba-mikroba ini dapat mempercepat proses pelapukan dan meningkatkan daya serap akar tanaman dan memperbaiki porsi bahan organikdalam tanah.
          3.Pestisida botanik / nabati dan hayati
Ada beberapa jenis pestisida yang di kembangkan dari senyawa beracun yang berasal dari tanaman,maupun mikroba.Pestisida botanik / nabati adalah pestisida yang berbahan baku dari tanaman,oleh karenanya pestisida ini mudah terurai atau biodegradable di alam, sehingga tak mencemari alam lingkungan dan manusia serta hewan piaraan karena residunya yang mudah hilang.Salah satu ciri khas dari pestisida botanik adalah sifatnya yang hit and run yang berarti bahwa apabila di aplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu juga dan setelah hamanya mati residunya cepat hilang.dengan demikian dampak negatif dari pestisida sintetis dapat di hindari.
          4.Tanaman Alat dan perangkap hama
Hama tertentu sangat tertarik pada aroma dan warna-warna tertentu,beberapa jenis tanaman tertentu ada yang mengandung aroma yang dapat menarik dan menjadi inang yang baik bagi predator.sehingga bila di tanam bersamaan dapat mengurangi serangan hama tersebut pada tanaman pokoknya.
          5. Pupuk Hayati                                                                                                                                 Pupuk ini di kembangkan dengan memanfaatkan beberapa mikroorganisme yang hidup secara simbiotik maupun bebas , beberapa mikroorganisme tersebut antara lain :
  • Penambat nitrogen simbiotik,memanfaatkan mikroorganisme Rhizobium, Bradyrhi-zobium, Azorhizobium, Sinorhizobium, Mersorhizobium (sistem simbiosis legume), Anabaena azollae (simbiosis azolla) dan Frankia sp ( simbiosis non legium ).
  • Pe-nambat Nitrogen Non Simbiotik, antara lain Azotobacter, Azospirillum, Clostridium, Klebsiella, dan Ganggang biru-hijau (sistem hidup bebas).
  • Jamur Mikoriza, seperti Acaulospora, Entrophospora, Gigaspora, Glomus, Selerocystis, dan Scutellospora (sistem simbiosis berbagai endomikoriza tanaman).
  • Mikroorganisme Pela-rut Fosfat, antara lain: bakteri Bacillus, Pseudomonas, jamur Aspergillus, Peni-cillium, dan Aktinomiset Sterptomyces (sistem hidup bebas).  
      Jadi kesimpulannya adalah bahwa sistem budidaya pertanian organik yang didukung oleh pemberian bahan orga-nik baik berupa kompos, pupuk organik maupun bahan organik segar dapat mem-perbaiki kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah. Perubahan sifat fisik dan kimia ta-nah terutama tekstur, pH, C-organik, N-to-tal, C/N, P tersedia, KTK, dan beberapa kation basa. Rata-rata nilai beberapa para-meter penting untuk menilai kesuburan ta-nah pada sistem pertanian organik adalah: pH (5,80-5,94), C-organik (2,30-3,43%), P Bray II (9-47 me/100 g), K-total (28,13-160,12 me/100 g), Ca-dd (8,25-18,43 me/ 100 g), dan Mg-dd (1,15-3,94 me/100 g), sedangkan pada sistem pertanian konven-sional (non organik) adalah: pH (5,18), C-organik (1,84%), P Bray II (5,33-29,15 me/ 100 g), K-total (20,11-100,14 me/100 g), Ca-dd (1,89-6,62 mg/100 g), dan Mg-dd (0,10-1,11 me/100 g). Kandungan mikroba tanah terdiri atas: Azotobacter, Actinomy-cetes, Rhizobium, dan Penicillium yang menunjukkan populasi lebih tinggi pada sistem pertanian organik dibanding pertanian konvensional.

beberapa macam pestisida botanik / nabati